Institusi pendidikan memiliki peran penting dalam membentuk perilaku ekologis generasi muda. Namun dalam praktiknya, sekolah menengah atas sering menjadi salah satu kontributor timbulan sampah plastik sekali pakai akibat pola konsumsi kantin yang belum terintegrasi dengan sistem pengelolaan lingkungan berbasis data. Kondisi ini juga teridentifikasi di SMA Negeri 1 Surabaya (SMASA). Berdasarkan hasil pra-observasi, volume sampah plastik di lingkungan sekolah mencapai sekitar 15–20 kg per hari, yang didominasi oleh botol minuman PET serta kemasan makanan sekali pakai.
Dengan jumlah peserta didik sebanyak 834 siswa, jika diasumsikan setiap siswa mengonsumsi satu botol minuman dan satu kemasan makanan setiap hari, maka dalam satu bulan pembelajaran (±20 hari efektif) sekolah berpotensi menghasilkan lebih dari 33.360 kemasan plastik. Kondisi tersebut menunjukkan bahwa pendekatan konvensional berupa himbauan moral semata belum cukup efektif dalam mengendalikan perilaku konsumsi plastik sekali pakai di lingkungan sekolah tanpa adanya sistem kontrol yang terukur dan berkelanjutan.
Sebagai respons terhadap tantangan tersebut, Bapak Kepala SMA Negeri 1 Surabaya Dr. Muhammad Romli, S. Pd., M.Pd. , mengembangkan inovasi BENTO PRESENCE, sebuah sistem pencatatan dan monitoring berbasis Internet of Things (IoT) yang dirancang untuk membangun kebiasaan siswa membawa tumbler dan kotak makan mandiri.
Sistem ini tidak hanya berfungsi sebagai alat pencatatan perilaku ramah lingkungan siswa, tetapi juga menjadi instrumen digital habituasi yang mengintegrasikan teknologi dengan penguatan karakter ekologis dalam ekosistem pendidikan.
Melalui implementasi BENTO PRESENCE, SMA Negeri 1 Surabaya menargetkan pengurangan sampah plastik sekali pakai hingga 90%, yang setara dengan penyelamatan sekitar 30.024 kemasan plastik setiap bulan dari potensi timbulan sampah sekolah. Inovasi ini diharapkan mampu mendorong terwujudnya Plastic Zero School Ecosystem, sekaligus memperkuat tata kelola sekolah berbasis data dan teknologi sebagai bagian dari praktik pendidikan berkelanjutan (sustainable education) di lingkungan sekolah.
Untuk lengkapnya simak video berikut:


IDEAS, SMASA E-Magazine






